Akuberada di dalam kamar, merenung dalam tatapan yang nanar.Hari ini merupakan kilas balik, aku menghadap ke masa silam yang pelik.Kesadaran menyerua
Dandengan kerudungnya, menutupi matahari yang berani, Kemudian dalam kegelapan menemukan bibir kekasihnya. Sementara jauh dan dekat pria yang dunia kita sebut bijak
Apakahsama dengan puisi bulan dan bintang di malam hari atau tentang puisi bintang malam sunyi. Untuk lebih jelasnya puisi bintang puisi malam hari yang indah, disimak saja berikut ini kumpulan puisi tentang bintang di malam hari. PUISI MALAM YANG BERCAHAYA Karya : Nurul Cancerbluesky Azizah.
Untuklebih jelasnya, silahkan disimak saja kumpulan puisi bulan atau puisi rembulan malam dibawah ini, diawali dari puisi Bulan dan Bintang berikut ini puisinya. BULAN DAN BINTANG Oleh: RETNO RENGGANIS. Seperti bintang dan rembulan saja tanpa sapa tetap mengikuti kemana Seperti jiwa ini dan warna itu pesona tak ada yang luar biasa
Address Pusat Pembangunan Kecemerlangan Akademik (CDAE) Bangunan H24, Kompleks Cahaya Universiti Sains Malaysia 11800 USM Pulau Pinang. Phone: +604 653 5980
Setelahsemalam bulan menjadi perbincangan seantero jagat maya, maka kali ini blog puisi dan kata bijak menyajikan puisi bukan puisi bulan purnama juga bukan puisi bulan dan bintang di. Tapi tak mampu saling bersua. 5 contoh puisi tentang keindahan alam.
Bintangbertabur mengisi hati Penuh kerinduan, Coba kau hitung, Bintang yang bertengger di langit, Itulah rasa rinduku, Padamu. Namun, Dengan pongahnya, Bulan menahan bintang untuk Menampakkan sinarnya Dengan pongahnya, Ia menahan rindu yang kurasakan, Padamu. Baca Juga: [PUISI] Ada Puisi
Adabanyak puisi anak di halaman ini puisi-puisi tersebut dipilah dalam beberapa tema ada puisi anak tentang alam keluarga kesehatan binatang ada puisi anak dengan tema budi pekerti dan permainan ada juga kumpulan puisi dengan berbagai tema lainnya.
UCHG. Puisi tentang Bulan, Foto Pexels/Samer kalian sulit tidur saat malam, terdapat puisi tentang bulan yang bisa membantu menenangkan kalian dan mengingatkan betapa indahnya ciptaan Tuhan penulis biasanya juga membuat puisi tentang bulan purnama nih teman-teman. Memang ya, bulan itu seperti memiliki kekuatan magis yang mampu menyihir seseorang untuk terus menatap baru terlihat di malam hari, orang mengaitkan bulan dengan ketenangan, yang dimana semua orang sudah terlelap. Bulan menemani kita semalam-malaman dengan jika seseorang sedang galau, rasanya jadi makin sendu apabila membaca puisi tentang Bulan yang MenenangkanPuisi tentang Bulan, Foto Pexels/James kumpulan puisi indah tentang bulan, dilansir dari situs Word Wool dan telah diterjemahkan ke bahasa IndonesiaThe Early MorningBulan di satu sisi, fajar di sisi lainBulan adalah saudara perempuanku, fajar adalah saudara di sebelah kiriku dan fajar di sebelah selamat pagi adikku, selamat River SongBulan berkilauan di air putih terbang menembus cahaya itu mendengar seorang gadis mengumpulkan kastanye airhingga malam, bernyanyi, mereka mendayung pulang the DockDi atas dermaga yang tenang di tengah malam,Kusut di tiang tinggi yang dijalin dengan tali,Menggantung bulan. Apa yang tampak begitu jauhHanya balon anak-anak, dilupakan setelah Solar’s EclipseDalam perjalanan besar bintang-bintang melalui ruang angkasaTentang matahari yang perkasa dan mengarahkan segalanya,Bulan yang pucat dan setia, telah menjadi satu-satunyaSahabat Bumi. Wajahnya yang lembut,Pucat dengan semangat dan tekun berbalapanYang pada jam kelahiran waktu pertama kali dimulai,Bersinar selalu pada kekasihnya saat mereka munculDan menerangi orbitnya dengan senyum cinta yang penuh gairah seperti itu muncul dalam kebangkitannya,Turun dari jalanan yang rusak dengan lembut ia menyelinap,Dan dengan kerudungnya, menutupi matahari yang berani,Kemudian dalam kegelapan menemukan bibir jauh dan dekat pria yang dunia kita sebut bijakMelihat bahwa Matahari sedang MoonBulan purnama dengan sinar yang tidak berubahTidak ditakdirkan untuk malam pendek ini tidak berkurang, tetapi kekayaan saya,Yang tidak diberkati oleh sinarnya,Tapi dia tidak berhenti jika dia samar-samar berkilauan di sini,Dan memucat adalah cahayanya,Namun selalu dalam lingkup yang tepatIf the Moon Came From HeavenO Lady Moon, tandukmu mengarah ke timurO Lady Moon, tandukmu mengarah ke baratMundurlah, Christina Georgina RossettiIndah sekali bukan, puisi di atas? Rasanya jadi ingin memiliki keindahan bulan yang tenang juga ya teman-teman. Ester
Bulan seperti memiliki kekuatan magis yang mampu menyihir seseorang untuk terus menatap keindahannya. Orang mengaitkan bulan dengan ketenangan, karena bulan baru terlihat malam hari dimana semua orang sudah terlelap. Bulan menemani setiap malam dengan keindahannya. Apabila sulit tidur saat malam, terdapat puisi tentang bulan yang bisa membantu menenangkan dan mengingatkan betapa indahnya ciptaan Tuhan. Apalagi jika seseorang sedang galau, rasanya jadi makin sendu apabila membaca puisi bulan. Berikut contoh kumpulan puisi tentang bulan yang dikutip dari laman 1. Bulan Setelah matahari tersingkir Bulan dan bintang pun hadir Menerangi langit secara bergilir Lebih terang dibanding lampu sentir Setelah matahari tersingkir Bulan dan bintang pun hadir Menerangi langit secara bergilir Lebih terang dibanding lampu sentir Gelapnya malam Menjadikan bulan dan bintang laksana pahlawan di malam yang kelam Meriahkan langit Dengan kelap kelip bintang-bintang yang genit Selamat datang teman-teman malamku Kalian memang idolaku Penghilang gelisah di hati Teman setia di malam sepi Terima kasih bulan dan bintang-bintang Cahayamu membuat hatiku senang Resah di hati telah hilang Tergantikan senyuman riang 2. Sang Bulan Mengusap Lukaku Senyuman manis sang bulan menyapaku Begitu indah mekarkan suasana hatiku Sejenak kuterdiam termangu Memandang indahnya yang tak pernah jemu Sinarmu terpancar mengusir gelap Menembus malam hadirkan terang Kunikmati cahayamu hangatkan malamku Bahagiakan rongga hati ini yang tersinari Bulan, belailah jiwaku ini Yang begitu tegang menjalani hari Usaplah sesaknya asmara di dada ini Keringkanlah luka menganga dihati ini 3. Bulan Bintang Saat datangnya malam Langit mulai mengelam, Hadirnya sang bintang Selalu jadi dambaan. Memandang langit yang bertabur Penuh dengan keindahan, Sinar sang bintang memancar Di seluruh penjuru alam. Wahai sinar bintang malam, Terangilah hatiku yang dalam kesepian, yang menanti cinta yang tak kunjung datang. Temani aku dimalam yang sunyi Sampai aku terlelap dalam tidur hingga mentari kembali menyambut hari. 4. Dialog Bulan Purnama Rindu selalu datang pada malam hari Mengetuk pintu dan bertandang sesuka hati Sedang aku nanar menatap langit Kapan aku bisa terbebas? Bulan purnama berkata padaku "Cantikkah aku hari ini?" "Mari kita bahas kembali rindu yang belum tuntas!" "Sampai di mana kita kemarin?" Aku menutup pintu Merapatkan tirai-tirai rumah Namun percuma Bulan purnama telah hinggap di atas ubun-ubunku 5. Tak Hadir Malam ini, purnama tak hadir Tidak, ia tak lagi dapat hadir Di tempatmu, ia juga tak kunjung terbit Aku tak lagi dapat meraba Perihal apa yang ada di seberang sana Ia bersembunyi Seperti perasaan yang kukunci rapat-rapat Rindu tak hadir untuk tersampaikan Karena ia memilih tak lagi jadi perantara Antara aku dan kau Tak bisakah kita bertemu? Agar aku dan dirimu bisa menjadi purnama Untuk satu sama lain 6. Malam, Kamu, dan Bulan Malam Malam yang sepi yang mengundang banyak teka-teki. Bukan tidak peduli, melainkan suatu hal yang tidak bisa di pikirkan lagi. Entah, apakah ini dinamakan pulpen, yang membutuhkan tinta untuk saling melengkapi. Atau bagaikan dua lempeng yang saling menjauh, karena takut untuk bertabrakan lagi. Kamu Dirimu bagaikan fatamorgana yang hanya di khayal dan tidak dapat dicapai. Ketikaku menatap wajahmu, pada saat itu juga aku ingat kepada penciptamu. Mungkin ini semangatku untuk menjaga diriku dari jeratan dosa yang sering membuatku lalai. Terimakasih, aku akan terus belajar untuk mendekatkan diriku kepada sang pemilik hatimu. Bulan Aku terlalu terlena ketika memerhatikanmu dari kejauhan. Sinarmu menunjukkan bahwa semuanya tak selalu tentang kesenangan. Dirimu yang hanya kenangan. Yang menampilkan sejuta kerinduan. 7. Bulan itu Kamu Aku kembali melihat bulan sabit Bukan, bukan, ini beda Bulan yang aku lihat itu Adalah senyummu Terpancar bak matahari yang bersinar Tidak, teriknya tak menyengat Namun menghangatkan Yang berikan ketenangan Sebegitu menenangkan Ia tersenyum Menatap mata ini Yang tlah lama hilang dari pandangan Aku kembali melihat bulan itu Yang biasa menyinari gelap malam Berikan keindahan, ketenangan Yahh begitu indah Namun ini beda Karna bulan itu Adalah kamu 8. Purnama yang Indah Malam semakin menggelap pekat Suara sayup angin yang terdengar di luar rumah Dan kembang api yang terdengar dari pusat kota Menjadi malam yang indah untuk berkontemplasi Sinar cahaya rembulan masuk dari celah jendela kamarku Ini adalah momen yang tepat untuk Merenungi semua hal yang pernah terjadi Apalagi perihal pencapaian kemarin pagi Kebahagiaan sungguh meliputi diriku malam ini Tentu aku bersyukur atas semua Kulihat keluar jendela Ternyata hari ini adalah malam purnama Bulan yang indah bertengger di langit Membuat suasana hatiku kian membaik Tuhan terima kasih untuk semua hal baik hari ini Semoga kebaikan yang telah kuterima hari ini, esok bisa kurasakan kembali.
Malam menghiasi langitBintang bertabur mengisi hatiPenuh kerinduan,Coba kau hitung,Bintang yang bertengger di langit,Itulah rasa rinduku,Padamu Namun, Dengan pongahnya, Bulan menahan bintang untuk Menampakkan sinarnya Dengan pongahnya, Ia menahan rindu yang kurasakan, Padamu. Baca Juga [PUISI] Ada Puisi Dinisi Nur Azisti Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.