14BAB III STRATEGI PERANCANGAN III.1 Strategi Perancangan Strategi perancangan yang akan dibuat untuk memecahkan masalah tentang pengembangan media untuk mengemas dongeng fabel Monyet dan Kura-kura agar Monyetlalu memanjat pohon pisang kura-kura. Bau harum buah pisang menggoda selera monyet. Ia lupa akan janjinya. Kura-kura menunggu di bawah pohon pisang. "Nyet, Nyet, mana pisang bagianku?" teriak kura-kura. "Sebiji pun tidak ada," jawab monyet rakus. "Nyet, ini pohon pisangku!" rengek kura-kura hampir menangis. Ceritafabel kancil dan Kura kura. Tolong ya yang baik artikan cerita berbahasa inggris ini. Saya kalau bahasa inggris kagak bisa, - Brainly.co.id. Cerita Kelinci di "Kisah dari Taman Wortel" | Raphael's Library. Fabel Kura Kura dan Sepasang Itik Versi Kak Rasyid - tolongtangtugas.web.id. Dongeng Fabel Cerita Kura-Kura dan Monyet. Contoh Bermacamkalimat ejekan ia tujukan kepada bangau dan kura-kura. Tak hanya olok-olok yang keluar dari mulut srigala, tetapi juga kata-kata yang memancing kemarahan. Ia sangat berharap, salah satu dari mereka membuka mulutnya. Jika mulut bangau yang terbuka, maka ranting dan kura-kura akan jatuh ke tanah. CeritaDongeng Monyet dan Kura-Kura Fabel Terpopuler. Monyetpun membawa batang Pisang kerumahnya. Sesampainya di depan rumahnya, ia memanggil Kura-Kura sahabatnya. Ia pun menyuruh Kura-Kura untuk membagi batang Pisang tersebut menjadi dua. '' Kau mau yang mana? Bagian atas atau bawah?'' ujar Monyet. '' Terserah kau saja. 4 Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang. 5) Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan. 6) "Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet. Susunan yang tepat atas kutipan teks cerita fabel acak di atas adalah . CeritaFabel: Kijang dan Kura-kura (Jawa Tengah) Harimau adalah raja hutan yang sangat bijaksana. Jadi, tidak mengherankan kalau semua hewan di hutan hormat dan tunduk kepadanya. "Hari ini, si kembar babi hutan tertangkap pemburu," lapor monyet dengan terengah-engah karena kelelahan, melompat dari satu pohon ke pohon lain untuk melapor PesanMoral Contoh Cerita Fabel: Janganlah sombong dan meremehkan kemampuan orang lain. Kesombongan hanya akan mendatangkan kerugian dan penyesalan di kemudian hari. Cerita Fabel Babi dan Domba. Cerita Fabel Buaya yang Serakah. Cerita Fabel Burung Gagak. Cerita Fabel Burung Gagak dan Elang. Cerita Fabel Gajah, Kerbau dan Harimau. XwO6. Kali ini kembali kami terbitkan salah satu cerita rakyat fabel dunia yang seru dan layak di ceritakan kepada si kecil. Dongeng fabel ini memiliki pesan moral yang baik untuk di petik. Cerita Rakyat Fabel Dunia Rumah Kura-Kura dan Burung Seekor kura-kura sedang beristirahat di bawah pohon, di mana seekor burung membangun sarangnya. Kura-kura berbicara kepada burung itu dengan mengejek, “Betapa rumah kumuh yang Kamu miliki! Itu terbuat dari ranting yang rusak, tidak memiliki atap, dan terlihat Jelek. Yang lebih buruk adalah Kamu harus membangunnya sendiri. Lihatlah rumah saya, yang merupakan kulit saya, jauh lebih baik dan kuat daripada sarang Kamu yang menyedihkan ”. “Ya, ini memang terbuat dari ranting yang patah, terlihat lusuh karena itu terbuat dari yang saya temukan di alam. Mungkin bagimu ini terlihat jelek, tetapi saya membuatnya sendiri, dan saya menyukainya. “ “Saya kira sarang kamu seperti sarang hewan lainnya, tidak ada yang lebih baik dari sarang saya,” kata kura-kura itu. “Dan aku tahu kamu pasti cemburu dengan cangkangku.” “Sebaliknya”, jawab burung itu. “Rumah saya memiliki ruang untuk keluarga dan teman-teman saya, mereka bisa berada disini dan kami saling mengunjungi; Cangkang kamu memang sangat kuat namun tidak ada ruangan untuk orang lain selain Kamu. Mungkin Kamu memiliki rumah yang lebih kuat dan bagus. Tapi saya juga punya rumah yang nyaman dan membuat hidup saya behagia, ”kata burung itu dengan gembira. Pesan moral dari Cerita Rakyat Fabel Kura-Kura Dan Burung ini adalahJangan menghina atau menganggap remeh orang lain, semua orang punya kelebihan dan kekurangannya lebih baik rumah kecil yang ramai daripada rumah besar yang sepi. Baca juga cerita rakyat fabel dunia lainnya pada posting sebelumnya yaitu 18 Contoh Cerita Rakyat Dunia Pendek Dengan Pesan Moral Untuk AnakKisah Cerita Anak Kura-kura dan Monyet PembohongDongeng dan Cerita Anak Serigala dan LandakKumpulan Cerita Pendek Anak-Anak IndonesiaCerita Anak-Anak Pendek Monyet, Tupai dan Serigala5 Cerita Rakyat Fabel Nusantara Dongeng Sebelum Tidur Navigasi pos Banyak sekali dongeng kura kura yang menarik untuk disimak, beberapa diantaranya sudah pernah kakak posting diantaranya adalah Dongeng Fabel Cerita Kura-Kura dan Monyet. Kali ini kakak akan kembali memposting dongeng kura-kura yang menjadi salah satu favorit kakak ketika masih kecil dulu. Dibaca sampai selesai yah. Fabel Cerita Dongeng Kura Kura Yang Hilang Kesabaran Alkisah, di suatu danau kecil yang indah, hiduplah seekor kura-kura. Sudah bertahun-tahun kura-kura itu tinggal dengan nyaman di sana. Ia bisa mencari makanan dengan mudah di danau itu. Segala kebutuhannya bisa terpenuhi tanpa perlu bersusah-susah mencarinya ke tempat lain. Suatu hari, dua ekor angsa sedang mencari makan, dan mereka sampai di danau kecil tempat tinggal si kura-kura. “Apakah kau adalah pemilik tempat ini?” tanya salah satu angsa dengan nada yang sopan kepada si kura-kura. “Bukan, tapi aku sudah lama tinggal di sini,” jawab kura-kura, rendah hati. “Kalau begitu, kami perlu meminta izin kepadamu bila hendak mencari makan di sini. Apakah kau mengizinkan kami?” “Tentu saja,” jawab kura-kura. Ia merasa senang dengan sikap sopan yang ditunjukkan oleh kedua angsa itu. “Silakan kau mencari makan di sini. Aku tidak berkeberatan, asalkan kau turut menjaga lingkungan ini dengan baik.” Kedua angsa amat gembira karena telah mendapatkan izin dari kura-kura untuk mencari makan di danau. Sejak saat itu, kedua angsa rutin pergi ke sana. Mereka menjalin persahabatan yang hangat dengan si kura-kura. Musim hujan entah kenapa tidak kunjung datang. Musim kemarau masih saja melanda wilayah tempat tinggal kura-kura. Hal ini membuat danau yang ada di sana mengering. Lingkungannya juga sudah tidak sehat lagi. Kedua angsa yang biasa datang ke tempat itu sudah mulai sulit mencari makanan. Terpikir dalam benak mereka untuk pindah ke tempat lain yang lebih subur dan nyaman. “Bagaimana kalau kita ajak si kura-kura juga?” tanya angsa pertama. “Kasihan kalau dia ditinggal sendiri di danau yang sudah mengering itu.” Angsa kedua menganggukangguk setuju. Mereka lantas mendatangi kura-kura untuk menjelaskan maksud mereka. Kura-kura senang dengan ajakan kedua sahabatnya itu. Bagaimanapun, danau tempat tinggalnya sudah tidak nyaman lagi. “Tapi bagaimana caraku pindah dari sini?” tanya kura-kura. Ia segera teringat bahwa ia tidak bisa terbang seperti kedua sahabatnya. “Kalian tahu, aku tidak punya sayap seperti kalian.” Kedua angsa tersenyum. “Tenang saja, kami sudah memikirkan hal itu,” jawab mereka berdua. Angsa pertama menunjukkan sebilah tongkat, lalu berkata kepada kura-kura, “Aku akan mencengkeram ujung tongkat ini, sementara saudaraku akan mencengkeram ujung Iainnya. Nanti kau gigit bagian tengah kayu itu. Dengan begitu, kau bisa terbang bersama kami.” “Baiklah, aku setuju!” seru kura kura, penuh semangat. Ia sangat terkesan dengan ide kedua sahabatnya itu yang menurutnya sangat cemerlang. “Tapi ada satu hal yang perlu kau perhatikan,” angsa pertama memasang tampang serius. “Kau sama sekali tidak boleh berbicara selama kami terbang. Kalau tidak, gigitanmu bisa terlepas, dan kemudian kau akan jatuh.” “Tenang saja, aku tidak akan melepaskan gigitanku,” jawab kurakura, mantap. Fabel Cerita Dongeng Kura Kura Setelah semuanya siap, mereka pun segera berangkat. Kedua angsa terbang dengan kecepatan sedang sambil mencengkeram sebilah kayu pada ujung yang berbeda. Sementara itu, kura-kura bergantung di tengah kayu dengan cara menggigitnya kuat-kuat. Rombongan tersebut melintasi sebuah sungai. Tampak beberapa anak yang sedang bermain air dan berenang di sana. “Hei, Iihatlah,” seru salah satu anak kepada teman-temannya sambil menunjuk ke arah angsa yang sedang terbang. “Lucu sekali kura-kura itu! Ia bergantung di kayu yang dibawa oleh angsa!” “Oh iya! Hahaha… lucu sekali!” seru anak Iainnya. “Baru kali ini aku melihat kura-kura yang bisa terbang! Hahaha!” “Mungkin sebenarnya dia adalah burung yang dikutuk menjadi kura-kura, hahaha….” Kura-kura merasa jengkel mendengar ucapan anak-anak itu. Maka kemudian ia pun berseru keras kepada mereka, “Hai, kenapa kalian mengejekku? Ini sama sekali dak lucu!” Olala… kura-kura lupa bahwa ia tidak boleh berbicara selama sedang menggigit kayu yang dicengkeram oleh kedua angsa. Sesaat setelah mengucapkan kalimat tadi, ia pun jatuh dari ketinggian karena gigitannya terlepas. “Aaaaaak…,” jerit kura-kura. Tidak ada yang bisa ia perbuat selain berteriak. Begitu pula kedua angsa. Ia tidak bisa menolong sahabatnya yang terjatuh itu. Kecelakaan itu memang sudah menjadi kesalahan si kura-kura, sebab ia tidak bisa menahan diri. Sejurus kemudian “Jebyuuuurll” Kura-kura terjatuh ke dalam sungai. Dalam hati, ia sangat bersyukur. Sebab jika jatuh di daratan, maka tubuhnya bisa hancur berkeping-keping. Kura-kura segera berenang, lalu menepi. Kedua angsa sahabatnya bergegas menghampirinya. “Kau tidak apa-apa, kura-kura?” tanya angsa pertama. “Aku baik-baik saja,” jawab kura-kura sambil tersenyum lemah. Jantungnya masih berdebar keras setelah mengalami peristiwa yang menyeramkan tadi. “Seharusnya kau tadi jangan berbicara!” seru angsa kedua. “Untunglah kau tidak apa-apa. Kami benar-benar panik!” “Iya, maafkan aku ya teman-teman,” kata kura-kura dengan raut wajah menyesal. “Tadi aku tidak bisa menahan diri mendengar ejekan anak-anak tadi. Ini semua memang kesalahanku sendiri.” Kedua angsa saling berpandangan. Kemudian mereka pun berusaha menghibur hati si kura-kura. “Ya sudah, hendaknya peristiwa tadi menjadi pelajaran. Sekarang Iebih baik kita berangkat. Apakah kau sudah siap, kura-kura?” Kura-kura mengangguk-angguk. Maka mereka semua pun melanjutkan perjalanan. Kali ini kura-kura bisa menahan diri untuk tidak berbicara selama dalam perjalanan. Sebenarnya di beberapa tempat yang mereka lewati, orang-orang menertawakan kura-kura yang bergelantungan di udara. Namun, kura-kura tidak terpengaruh. Ia berhasil menahan diri. Setelah beberapa lama menempuh perjalanan, mereka pun tiba di tempat tujuan dalam keadaan selamat. Hikmah dari Fabel Cerita Dongeng Kura Kura adalah Menahan diri adalah salah satu kemampuan yang perlu kita miliki untuk mencapai tujuan tertentu. Kita tidak perlu terlalu memikirkan ejekan atau omongan buruk dari orang-orang yang ditujukan kepada kita. Lebih baik kita fokus berusaha untuk meraih keinginan dan cita-cita kita. Namun ingat bukan berarti kita tidak memperhatikan masukan orang lain yah, gunakan kritikan ornag lain untuk memperbaiki diri. Temukan dongeng kura kura terbaik lainnya pada posting kakak Cerita Rakyat Fabel Kera Licik dan Seekor Kura – kura dan Kisah Cerita Anak Kura-kura dan Monyet Pembohong Simpan Dongeng ini mengajarkan agar anak tak boleh iseng dengan sahabatnya dan harus saling menyayangi Untuk mengisi waktu luang bersama balita, Mama dapat mencoba untuk membacakan dongeng lho! Ketika Mama membacakan dongeng, secara tak langsung Mama sedang memperkenalkan budaya dan kebiasaan membaca pada anak sejak usianya masih terlalu kecil, mendengarkan dongeng yang dibacakan oleh Mama atau Papa, dapat melatih stimulusnya untuk gemar membaca. Selain itu, membacakan dongeng juga akan meningkatkan kemampuan imajinasi dan kosa kata banyak dongeng anak yang bisa dibacakan pada si Kecil, salah satunya dongeng fabel tentang persahabatan monyet dan kura-kura yang bisa membuat anak tertarik telah menyiapkan dongeng Monyet dan Kura-Kura, selengkapnya di bawah ini!1. Di sebuah hutan, hiduplah monyet dan kura-kura yang MedinasariPada suatu hari, terdapat hutan yang begitu indah. Pohon dan bunga tumbuh subur, udara yang sangat bersih, burung berkicau, dan semua hewan hidup dengan dalam hutan ini, juga hidup seekor monyet dan kura-kura. Tak ada yang menyangka kedua hewan yang sangat berbeda ini, bisa bersahabat sejak lama. Karena telah lama berteman, membuat monyet suka menjahili kura-kura."Hihihi seperti biasa, hari ini pun aku akan menjahili si kura-kura sama seperti kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi hihihi!" kata monyet sambil terkikik."Adudududuh sebentar! Tunggu aku!" kata monyet yang pura-pura terjatuh."Hei.... kenapa kamu monyet? Kamu jatuh lagi? Sungguh ceroboh sekali kamu ini?" kata kura-kura sambil menengok ke belakang."Aduh duh, maafkan aku! tapi kakiku sakit nih, sulit buat berjalan. Kamu pulang saja duluan, aku akan duduk di sini sebentar!" jawab monyet yang berbohong."Hmm apa boleh buat, naiklah ke punggungku dan akan kugendong kau. Jika kita tidak bergegas pulang, nanti keburu malam, perjalanan kita masih jauh!" kata kura-kura yang merasa iba."Bolehkah? Terima kasih! Maaf sebelumnya ya kura-kura karena aku terus-menerus merepotkanmu!" jawab monyet."Santai saja, kita kan sahabat. Sudah sepantasnya aku menolongmu." kata kura-kura."Kamu memang sungguh baik hati. Tempurungmu juga memang nyaman, aku suka sekali naik ke tempurungmu," kata monyet sambil naik ke tempurung si monyet yang selalu saja jahil dan memanfaatkan kebaikan hati kura-kura. Sampai hari ini pun dia terkikik geli sambil naik ke atas tempurung sahabatnya tersebut. 2. Monyet memberikan bibit pohon pisang pada kura-kura agar tidak lagi kesulitan untuk mencari MedinasariMonyet tidak sedikitpun merasa kasihan pada kura-kura yang kelelahan karena harus menggendongnya setiap keesokan harinya, si monyet memiliki rencana yang sangat bagus."Kura-kura! Lihatlah apa yang aku pegang ini!" kata monyet sambil menunjukkan bibit di tangannya."Apa itu? Batang pisang?" tanya kura-kura heran."Benar! Tapi ini bukan batang pisang biasa. Ini adalah bibit pohon pisang!" jawab monyet."Apa bedanya?" kura-kura semakin penasaran."Ah kamu ini! Dengarkan aku baik-baik ya, aku punya ide. Bagaimana kalau kita menanam pisang supaya kita tidak perlu capek-capek berjalan mencari makanan? Kalau kita menanam, kita tidak perlu lagi keliling hutan untuk mencari makan!" usul monyet."Berarti kita tidak perlu lagi berjalan jauh ya? Itu bagus sekali. Kamu juga sangat ceroboh setiap kali pergi mencari makan. Kamu selalu saja terjatuh dan aku harus menggendongmu" kata kura-kura."Hihihi kamu benar dan aku tidak akan merepotkanmu lagi. Ayolah aku punya dua bibit, satu milikku satu milikmu." kata monyet."Baiklah, terima kasih" ungkap Keduanya menggali tanah, namun memiliki cara yang berbeda saat menanam bibit buah MedinasariKeduanya pun menggali tanah dengan semangat untuk menanam bibit buah pisang tersebut. Namun, monyet dan kura-kura menunjukkan cara yang berbeda saat monyet, bekerja dengan sembarangan, sedangkan si kura-kura bekerja dengan hati-hati dan penuh perhatian."Gali, gali, tanam dan tutup, tutup tanah, tutup tanah, pendam semuanya, pendam bibitnya!" kata monyet dengan semangat."Hehehe kamu harus menanam bibitmu dengan benar ya. Lihatlah aku, gali lubang, masukkan bibitnya, dan tutup kembali dengan benar. Jangan sampai bibitmu rusak" kata kura-kura yang mengingatkan."Haduh kamu ini cuma mau kelihatan keren saja, asalkan tertimbun tanah semua bibit pasti tumbuh!" kata monyet yang sembrono."Hmmm... baiklah terserah kamu saja" kata kura-kura seharian bekerja keras, kedua bibit itu pun berhasil ditanam. Satu bibit tertanam dengan rapi dan satu lagi ditanam dengan Picks4. Kura-kura rajin menyirami pohon pisangnya, sedangkan monyet MedinasariPada keesokan harinya, si kura-kura terlihat rajin menyirami pohon pisangnya."Sungguh pagi yang indah! Minumlah yang banyak pohon pisang ku. Aku akan merawatmu dengan sungguh-sungguh!" kata kura-kura."Sedang apa kamu setiap hari repot sekali mengangkut air untuk menyiram bibit itu?" kata monyet yang bangun kesiangan."Bibit itu harus dirawat, supaya dia tumbuh subur. Kamu juga harus merawat bibit milikmu" ujar kura-kura."Nggak ah, malas sekali jika harus mengangkut air. Aku lebih suka tidur saja!" kata monyet sambil berjalan ke pohonnya untuk kembali disaat kura-kura bekerja keras merawat bibit pisangnya, monyet selalu beberapa hari kemudian, bibit pisang milik monyet pun layu dan Pohon pisang milik kura-kura tumbuh besar, sedangkan pohon pisang milik monyet tidak MedinasariMusim demi musim telah berganti, tiba saatnya pohon pisang yang dahulu ditanam, siap untuk pisang milik kura-kura berbuah lebat. Para penghuni hutan lainnya berkumpul untuk merayakan keberhasilan kura-kura dalam menanam pisang."Wah kura-kura pohon pisangmu besar sekali, bahkan warna pisangnya sungguh indah!" kata kelinci."Sepertinya enak sekali ya hehehe, kalian boleh ikut makan bersamaku" jawab kura-kura."Wah terima kasih kura-kura" kata kelinci."Kamu memang baik sekali" ucap itu pohon pisang milik monyet, sama sekali tidak tumbuh."Hah? Mengapa pisang milikku tidak tumbuh? Aku pasti salah memberikan bibit ke kura-kura! Bibitku pasti bibit yang jelek. Sungguh memalukan bisa-bisanya aku kalah dari kura-kura!" kata monyet yang Monyet merasa iri dengan pohon pisang milik kura-kura yang MedinasariMonyet pun akhirnya mengunjungi tempat kura-kura menanam pisangnya, ia pun merasa iri karena banyak penghuni hutan yang menghampiri pohon pisang milik kura-kura."Asyik sekali kura-kura dan teman-temannya, mereka pasti pesta pora hari ini!" kata monyet yang iri."Ah tapi siapa bilang aku tidak bisa makan pisang? Akulah monyet si banyak akal!"Akhirnya, setelah merencanakan sesuatu, monyet mengunjungi kura-kura."Hai kura-kura! Wah pohon pisangmu tumbuh dengan baik ya! Hihihi punya aku layu" kata monyet sambil terkikik."Itu karena aku rajin menyirami dan merawatnya," jawab kura-kura."Iya Iya, aku memang salah karena tidak mendengarkan nasehatmu. Tapi kura-kura, bagaimana caramu memetik buah pisang itu atau kamu bisa memanjat?" kata monyet dengan senyum licik."Itulah yang sedang kami bicarakan. Kami semua tidak bisa memanjat, sedangkan paruh burung yang terlalu kecil tidak bisa membuat pisangnya jatuh." kata kura-kura. "Benar, sayang sekali kamu tidak bisa memanjat" ujar Monyet berencana untuk membantu kura-kura untuk memetik pisang yang ada di MedinasariKarena para penghuni hutan merasa bingung, kelinci akhirnya memberikan saran untuk merobohkan pohon pisangnya. Namun, monyet langsung menghentikan ucapan kelinci."Jangan! Nanti pisangnya rusak jika kalian merobohkan pohonnya" kata monyet."Tapi kami tidak punya cara lain" jawab burung bersedih."Aku ada ide bagus! Kuharap kalian bisa menerima ide ini ya. Bagaimana kalau aku bantu memetik pisang-pisang itu untuk kalian? Aku ini jago memanjat, dan kalian tahu kan kalau monyet adalah raja memanjat? Bagaimana baguskan ideku, kura-kura?" kata monyet."Ide yang bagus! Tidak ada salahnya menerima kebaikan hati monyet" kata kelinci."Aku juga setuju, tentu saja! kata burung. "Terima kasih atas bantuanmu, nanti kami akan memberimu beberapa buah pisang sebagai ucapan terima kasih" kata kura-kura yang percaya pada monyet."Oke semua sudah setuju ya? Aku akan mulai memanjat. Kalian santai saja dulu di bawah!" kata monyet sambil menggapai pohon pisang milik Sesampainya di atas pohon, monyet justru memakan semua pisang milik MedinasariSi monyet pun mulai memanjat pohon pisang itu. Karena keterampilannya, dalam 12 lompatan saja dia sudah sampai di atas."Wah kelihatan enak ini" kata monyet sambil menjilat bibirnya tanda ia mulai lapar."Hei kawan aku coba cek satu pisang dulu ya! Dari warnanya sih kelihatan enak, tapi kita tidak tahu rasa sebenarnya" kata monyetSebelum melemparkan buah pisangnya, monyet pun memetik satu buah untuk dirinya sendiri."Wah ternyata tidak enak! Coba aku cari yang lain ya, kalian tunggu sebentar" kata monyet yang mulai membuka beberapa pisang."Pisangnya benar-benar tidak enak! Rasanya pahit! Tunggu sebentar aku akan cicipi yang lainnya!" kata dan para penghuni hutan lainnya yang melihat monyet akhirnya merasa kesal. Mereka menyadari bahwa monyet sudah menipu mereka."Tapi kamu sudah makan banyak sekali, masa semuanya tidak enak?" tanya burung."Kalian kan tidak memanjat, kalian harus percaya padaku!" kata Para penghuni hutan membantu kura-kura untuk merobohkan pohon MedinasariSemakin lama, kura-kura dan penghuni hutan mulai merasa jengkel dengan perbuatan monyet yang egois."Sepertinya monyet menipu kita, dia sudah menghabiskan hampir setengahnya dan selalu bilang tidak enak." kata kelinci."Iya si monyet memang selalu saja berbuat sesuka hati saja" kata burung yang setuju dengan kelinci. "Aku tidak bisa diam lagi. Ayo kita robohkan pohon pisang ini" kata dan burung kemudian memanggil beberapa kawanan hewan lainnya. Ada kancil, bebek, babi, rusa, dan masih banyak lagi yang datang. Mereka semua mendorong pohon pisang itu bersama-sama."satu, dua, tiga!!!" kata lama, pohon itu bergoyang dengan hebat."Eh apa yang kalian lakukan?" teriak monyet yang panik."Kami akan menjatuhkanmu! Ini balasan karena kamu telah menipu kami!" kata kura-kura."Tidak kura-kura, tolong aku! Aku kan sahabatmu! aaaaaaaa tolong aku!" kata monyet yang terjatuh."Kali ini kamu sungguh keterlaluan monyet, sahabat itu saling menolong bukannya memanfaatkan!" kata kura-kura."Sudah kura-kura, kita pergi saja dari sini, kita mencari makan di tempat lain!" kata kelinci."Aduh duh kepalaku pusing sekali," kata monyet sambil memegang kepalanya yang malang nasib si monyet, ia jatuh tertimpa pohon pisang dan tidak ada yang menolongnya. Semua pisang yang jatuh juga hancur, sehingga tak bisa lagi dimakan oleh itulah dongeng Monyet dan Kura-Kura. Selain menarik, ada pesan moral yang bisa Mama ajarkan pada si Kecil melalui dongeng dari dongeng Monyet dan Kura-Kura ini yaitu, anak harus menyayangi sahabatnya, tidak boleh berbuat curang dan jahil karena ini bisa membuat temannya sedih dan marah. Akibatnya persahabatan bisa rusak dan sahabat pergi jugaDongeng Nusantara Lutung Kasarung dan PurbasariCerita Fabel untuk Anak Bangau yang Serakah dan KepitingDongeng Anak Kancil dan Para Buaya, Ketahui Pelajaran dari Cerita Ini